Monday, 22 April 2019
redaksi@karodaily.com
FokusKaro Today

Berastagi Juara Umum Pentas PAI se-Kabupaten Karo

Berastagi mengumpulkan 8 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu

KEPALA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, Drs. H. Muksin Batubara, M.Pd. menyerahkan Piala Bergilir Pentas PAI kepada ofisial tim Berastagi. (KARODAILY.com/Abdullah Lathif Manjorang)

KARODAILY.com, KABANJAHE – Kecamatan Berastagi menjadi juara umum Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Kabupaten Karo Tahun 2018 yang diadakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, Selasa (20/11/2018).

Kontingen Berastagi tampil mendominasi setelah mengoleksi 8 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sementara, Kabanjahe menjadi runner up dengan 3 emas, 4 perak dan 2 perunggu, diikuti Kecamatan Tigabinanga yang mengumpulkan 2 emas, 6 perak dan 1 perunggu.

Ketua Panitia Pentas PAI Kabupaten Karo, Karni Harahap, S.Ag., M.S.I. mengatakan, Pentas PAI merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sebagai ajang perlombaan bagi peserta didik tingkat SD, SMP dan SMA yang diselenggarakan secara berjenjang.

Sebanyak 221 peserta didik berlomba menjadi yang terbaik pada 3 jenis lomba, yaitu Cerdas Cermat, Pidato putra dan putri serta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) bagi putra dan putri.

“Peserta yang mengikuti lomba ini peserta didik yang berprestasi dalam bidang PAI dan diambil dari para juara masing-masing mata lomba yang diadakan di tingkat kecamatan oleh pengurus KKG dan MPGM PAI Kecamatan se-Kabupaten Karo,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, Drs. H. Muksin Batubara, M.Pd. mengharapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para pelajar kepada Allah SWT. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik terhadap nilai-nilai ajaran Islam, khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pentas PAI ini juga diharapkan bisa menumbuhkan serta mengembangkan pembentukan sikap, mental, sportifitas, kejujuran dan ukhuwah Islamiyah antar sesama peserta didik, sekaligus dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kompetensi dan prestasi peserta didik di bidang PAI,” ujarnya.

Muksin menambahkan, Pentas PAI tersebut juga bisa sebagai motivasi terhadap peserta didik agar lebih semangat mempelajari dan mencintai Pendidikan Agama Islam (PAI), tolak ukur keberhasilan pembinaan Pendidikan Agama Islam pada satuan pendidikan serta meningkatkan keberanian dan kemandirian peserta didik dalam menumbuhkan bakat dan minatnya.

“Peserta didik juga diharapkan bisa menanamkan dan menumbuhkan ukhuwah Islamiyah peserta didik sehingga rukun dan damai di antara mereka serta menumbuhkan sikap persatuan dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan rasa tanggung jawab dan demokratis,” pungkasnya. (alt)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.