Wednesday, 17 April 2019
redaksi@karodaily.com
Citizen JournalismKaro Raya

Elia Massa Manik, Kecewaku …Harapanku…

Nama Elia Massa Pranata Manik dalam beberapa hari terakhir telah membuat ketar – ketir para pelaku usaha di lingkup usaha yang berhubungan perminyakan.Bukan karena apa, sebabnya sosok ini jika tidak ada aral melintang bakal diplot sebagai Direktur Utama Pertamina. Sebuah jabatan prestius yang tentu menjadi incaran banyak kalangan.

Soal ketakutan tadi, membuat ingatan saya kembali kearah Elia Massa Manik sewaktu menjabat Direktur Utama PTPN III Holding. Sebelumnya, saat jabatan yang sama masih dijabat Bagas Angkasa, saya dan beberapa pelaku usaha di sektor itu terlihat masih bisa mondar mandir bebas di lantai bawah ruangan Direksi PTPN III. “Kapling kaplingan” dalam soal pengadaan barang dan jasa pun lazim adanya, hingga semua orang termasuk saya bisa berharap mendapatkan prioritas kerja.

Namun, asa sejumlah mitra agar dapat berusaha laiknya era lama seketika berubah tatkala Elia Massa Manik hadir menggantikan Bagas Angkasa. Jangankan mendapatkan privilege, untuk dekat keruangan Direksi PTPN III saja sudah tidak bisa. Tender di PTPN III kemudian terbuka habis hingga terjadilah efesiensi anggaran yang disebut mencapai sepuluh persen dari sebelumnya, atau ringkasnya,datangnya dia ( Elia) selaku Direktur Utama PTPN III Holding  merubah system yang selama ini disinyalir banyak merugikan keuangan negara.

Menurut hemat saya, bukanlah pekerjaan yang mudah merubah mindset di areal bagi bagi jatah yang nyaman menjadi para tangguh. Apalagi ini berlaku serentak pada 139.000 ribu lebih pegawai yang mendiami PTPN I hingga XIV, termasuk anak perusahannya. Tetapi hasilnya dapat dilihat, contoh barang berupa tender terbuka yang ia berlakukan di PTPN III kemudian diikuti oleh seluruh PTPN. Terobosan inilah yang menjadi muasal kekecewaan banyak kalangan, termasuk saya.

Tidak berhenti disitu, rasa kecewa itu muncul lagi tatkala kebijakan Elia Massa Manik merestrukturisasi organisasi PTPN dengan menempatkan direksi baru dari PTPN I hingga PTPN XIV. Langkah langkah kami yang coba coba membawa nama nama untuk ditempatkan sebagai direksi mentah. Padahal, nama nama itu berasal dari lingkaran elite Parpol, Tim Sukses Jokowi, keponakan Jenderal hingga istrinya guru sekolah minggu Elia Massa Manik.

Kecewa tak berujung bahkan sampai pernah membingungkan saya, hal ini utamanya karena sikap Kinikaron ( peduli Suku Karo) seorang Elias Massa Manik. Itu terjadi tatkala Direktur Keuangan PTPN IV , Setia Darma Sebayang yang sama sama berasal dari suku Karo,sama sama satu keyakinan di Gereja GBKP diganti oleh Elia. Padahal, masa pensiun Setia bisa diperpanjang 1 tahun lagi. Lagian untuk urusan keberhasilan secara kasat mata PTPN IV termasuk yang memiliki nama.

Dalam fikiran saya saat itu, tak mungkinlah Elia Massa Manik tidak menghargai Sintua di gereja, mengingat adik kandungnya ada yang menjadi pendeta saya. Tetapi itu hanya harapan, kami (jemaat) hanya bisa saling pandang ketika pencopotan Setia Darma Sebayang benar benar dilakukan Elia.

Belum lagi kebingungan itu habis, kami dikejutkan dengan aura langkah Elia berikutnya hingga seakan tanpa memberi perlindungan telah “membuang” posisi manager di PT. KPBN, Admi Sembiring.PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) yg beralamat jln Cut Meutia no 11 Jakarta Pusat adalah anak perusahaan yang di bentuk oleh Dirut PTPN I hingga PTPN XIV 14 yang menjual seluruh hasil produksi PTPN,yang tentu juga dibawah kendali Elia Massa Manik.Direktur utama PT KBPN sendiri diganti dengan profesional dari Unilever lulusan IPB bernama Iriana Ekasari.

Belajar darisana, saya pun kemudian tidak heran dengan apa yang saya alami langsung. Sebagai salah satu rekanan yang wajib menyetorkan Bank Garansi Rp 1,2 Miliar sebagai upaya memperoleh kemudahan atau prioritas dalam membeli produk Crude Palm Oil,Palm Kernel Oil,Palm Kernel dan Palm Kernel Meal baik melalui tender atau penjualan langsung, saya tak lagi berharap meskipun saya sangat dekat dengan Erwan Pelawi Direktur Korporasi Holding PTPN .

Pelajaran kecewa yang saya terima dari perjalanan ini lantas mengenalkan saya lebih mendalam pada sosok Elia Massa Manik sebenarnya. Beliau adalah seorang pekerja keras yang jujur dan berintegritas,pekerja keras yang tidak bisa di intervensi,pekerja keras yang bukan mementingkan kelompok dan golongan,pekerja keras yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Sekarang dibalik rasa kecewa tak berjilid tadi, saya bangga dengan yang nama nya Elia Massa Manik.Semoga Elia Massa Manik bisa membuat bangga Presiden Jokowi.Semoga Pertamina mendunia dan lebih sukses dari Petronas Malaysia.Semoga kedepan akan membuat kita,khususnya warga Karo akan lebih bangga lagi kepada orang orang yang mempunyai filosofi Sebiji Kacang Ijo, dan penggemar masakan khas karo Tasak Telu.

Selamat Berjuang Kebanggaan Kami, Elia Massa Manik.

Salam Mejuah Juah

Sudarto Sitepu
Penulis

Editor : Nanang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.