KARODAILY.com

Kemungkinan Ricuh Besar, PN Kabanjahe Diminta Tunda Eksekusi Lahan yang Melibatkan Bank Mandiri dan Masyarakat di Jalan Mimpin Tua Berastagi

    Kategori: Karo Raya, Zona Merah
  • Minggu, 29 Oktober 2017 | 20:24
  • / 8 Safar 1439
  • Dibaca : 1959 kali
Kemungkinan Ricuh Besar, PN Kabanjahe Diminta Tunda Eksekusi Lahan yang Melibatkan Bank Mandiri dan Masyarakat di Jalan Mimpin Tua Berastagi
Rakor rencana eksekusi tanah jalan Mimpin Tua dan Bank Mandiri di Polres Tanah Karo.(karodaily/nanang).

KaroDaily,KABANJAHE – Polres Tanah Karo gelar rapat koordinasi dengan para pihak terkait rencana eksekusi areal lahan di jalan Mimpin Tua,Desa Sempa Jaya, Berastagi,Karo yang melibatkan Bank Mandiri dan keluarga dari pihak Unah Br Ginting,Jumat (27/10/2017). Sayangnya tidak ada utusan pihak Bank Mandiri yang menghadiri Rakor tersebut.

Rapat koordinasi dengan rujukan surat Ketua PN Kabanjahe No : W2.U7/1859/HT.04.10/X/2017 dipimpin Kabag Oops Polres Tanah Karo, Komisaris Polisi ( Kompol) Bagi Ukur Sembiring dan Kapolsekta Berastagi Komisaris Polisi ( Kompol) Aron Tamba Tua Siahaan di Ruang Pur -pur Sage Mapolres Karo, jalan Veteran, Kabanjahe. Sedangkan dari catatan undangan,terdapat perwakilan PN Kabanjahe,BPN Karo, dan unsur pemerintahan Desa Sempa. Hadir pula pihak termohon eksekusi Ust Suherman Hutapea.

Saat pelaksanaan Rakor, termohon eksekusi yang diwakili Ust Suherman Hutapea dengan tegas mengatakan menolak rencana eksekusi karena pihaknya merasa banyak kejanggalan dalam perjalanan kasus yang melibatkan keluarga mereka dengan Bank Mandiri.

“Kami berpegang teguh pada surat yang kami miliki oleh pihak berwenang, hingga sampai titik darah terakhirpun pihaknya akan mempertahankan penguasaan tanah yang sejak tahun 1965 telah mereka duduki.Kami minta Ketua PN Kabanjahe bisa mempertimbangkan ini”ujar Hutapea.

Apalagi sambung Suherman, pihaknya merasa telah dikibuli oleh utusan yang mengatasnamakan Bank Mandiri beberapa waktu belakangan. Hingga, kini sambung Suherman, mereka sudah bulat akan tetap mempertahankan tanah tersebut dengan cara mereka.

“Kami minta keadilan dalam kasus ini,bukannya kami tidak menghargai keputusan hukum. Mohon maaf kami akan kuatkan barisan untuk tidak terjadinya eksekusi nanti,”tambah Suherman.

Sebelumnya, perwakilan Pengadilan Negeri Kabanjahe yang berbicara saat Rakor dengan sedikit arogan menyatakan kalau PN Kabanjahe akan bertanggung jawab terhadap semua konsekwensi saat gelar eksekusi. Namun pernyataan ini kemudian ditengahi oleh aparat kepolisian.

Kabag Ops Polres Karo Kompol Bagi Ukur Sembiring mengatakan kalau Polres Tanah Karo berusaha sekuat mungkin untuk menjaga keamanan dalam eksekusi nanti agar tidak terjadi konflik di tengah – tengah masyarakat.

“Urusan keamanan tentu wilayah kerja kami, hingga kami meminta agar apapun nanti keputusannya, tidak terjadi konflik yang meluas,”terangnya.

Ketidakhadiran pihak Bank Mandiri dari pantauan wartawan telah menimbulkan persepsi negatif.Situasi terakhir kekuatan pihak yang menolak eksekusi juga semakin membesar, hingga bila dipaksakan kemungkinan akan berbuah perlawanan yang masif dari tengah tengah masyarakat yang berada di lingkaran kasus tanah jalan Mimpin Tua Berastagi.(karodaily/nanang).

Tinggalkan Komentar

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Leave a Reply

>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d bloggers like this: