Tuesday, 21 May 2019
redaksi@karodaily.com
Medan

Pengurus Ikatan Alumni Universitas Quality Dilantik

KARODAILY.com, MEDAN – Pengurus Ikatan Alumni Universitas Quality (IKA-UQ) dilantik di Aula Universitas Quality Medan, Selasa (18/04/2017). Organisasi ini nantinya akan menjadi wadah atau forum silaturrahmi antar alumni Universitas Quality (UQ).

“Sehingga kita semua dapat berkoordinasi sesuai dengan rumpun ilmu kita dan almameter kita tetap eksis untuk membangun Provinsi Sumatera Utara ini. Tinggi ilmu, tinggi iman dan tinggi pengabdian,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Juprianus Sitepu, dalam kata sambutannya.

Acara pengukuhan pengurus IKA-UQ ini dilanjutkan dengan pembacaan SK oleh Wakil Rektor Universitas Quality Osberth Sinaga dan penyerahan bendera oleh Rektor Universitas Quality Erna Frida kepada Ketua Ikatan Alumni yang terpilih, Robert Perangin-angin, yang saat ini juga bertugas sebagai Kadispora Kabupaten Karo.

Turut hadir dalam acara pengukuhan ini Ketua Yayasan Bukit Barisan Simalem Tiandi Lukman, tokoh kota Medan Merdang Sembiring, Guru Besar USU Datuk Adil Freddy Haberham yang merupakan Dewan Kota Medan dan juga keturunan ke-14 Guru Patimpus Sembiring Pelawi, pendiri kota Medan.

Terlihat juga mantan Rektor Universitas Quality Meneth Ginting, beserta Gubernur Provinsi Sumatera Utara diwakili Staf Khusus Gubernur bidang Pendidikan Amran Utheh.

Ketua IKA-UQ Robert Perangin-angin mengatakan, Universitas Quality dapat menjadi Mitra untuk membangun Sumatera Utara bersama dengan pemerintah. “Ini adalah hari bersejarah bagi institusi kita ini dan juga bagi kita semua. Ikatan alumni tentu saja akan mendukung institusi ini untuk semakin lebih baik dan hebat,” katanya.

Senada, Rektor Universitas Quality Erna Frida mengharapkan ikatan alumni tersebut bisa dijadikan sarana untuk membuktikan keberhasilan para dosen yang sudah mendidik saat kuliah.

“Seperti ada filosofi jika murid lebih hebat dari gurunya, berarti gurunya berhasil mendidik. Demikian juga jika murid tidak lebih hebat dari gurunya, berarti gurunya gagal untuk mendidiknya. Sebab, proses transfer ilmu itu tidak hanya berlangsung di bangku kuliah saja, tetapi sampai akhir hayat,” katanya.

Sementara, Meneth Ginting, mengaku sangat mengagumi bangunan Universitas Quality saat ini yang tampak sangat modern. Ia mengajak segenap elemen untuk sama-sama membangun.

“Apabila institusi ini jelek, berarti kita juga jelek. Tapi, apabila institusi ini bagus, berarti kita juga bagus,” katanya seraya mengharapkan IKA-UQ ini sering membuat pertemuan antar alumni sehingga dapat saling bertukar pikiran.

Tak ketinggalan, Ketua Yayasan Bukit Barisan Simalem Tiandi Lukman sebagai penyelenggara Universitas Quality mengungkapkan, orang Karo sifatnya sangat terbuka. Bahkan kota Medan didirikan oleh orang Karo marga Sembiring Pelawi. Saat ini kota Medan dihuni berbagai macam etnis.

“Kiranya Universitas Quality dapat terus memberikan sumbangsih yang tinggi kepada kemajuan provinsi kita ini,” harapnya.

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuraidi melalui Staf Khusus Gubernur bidang Pendidikan Amran Utheh berharap, melalui ikatan Alumni ini semua civitas akademika Universitas Quality dapat bekerjasama untuk membangun sumber daya manusia.

Sehingga, dapat bersinergi dengan Pemprov Sumut dalam melaksanakan program-program kerja sesuai dengan visi dan misi Sumatera Utara dan nawacita, yakni menjadikan Sumatera Utara berdaya saing dan Paten. Tak ketinggalan, Gubernur Tengku Erry mengucapkan selamat kepada pengurus IKA-UQ yang dilantik.

Di penghujung acara, panitia menggelar kegiatan Seminar Sejarah Kota Medan dalam rangka peluncuran buku Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang diawali dengan pembacaan sinopsis buku oleh ketua IKA-UQ.

Datuk Adil Freddy yang merupakan keturunan langsung ke-14 dari Guru Patimpus menceritakan sejarah singkat tentang Guru Patimpus dan ditambahi juga oleh Prof. Merdang yang membuat seminar menjadi lebih sarat ilmu sejarah.

Berbagai pertanyaan muncul dari peserta. Umumnya lebih menjurus kepada bagaimana sejarahnya suku Karo bisa tiba di Maiden yang artinya tanah datar yang kemudian nama tersebut berubah menjadi Medan. Kemudian, pertanyaan mengenai apa sebenarnya nama asli dari Guru Patimpus ini, menjadi PR tersendiri bagi penulis untuk mencari lebih dalam lagi.

Kedepannya, panitia berharap kegiatan seminar dan diskusi seperti ini akan diselenggarakan secara rutin, seiring juga dengan kerinduan yang sama dari Meneth Ginting. (kd/ds)

EDITOR: ABDULLAH LATHIF MANJORANG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.