KARODAILY.com

Sopir Maut Antar Jemput Pelajar Lingkar Sinabung Resmi Jadi Tersangka

Sopir Maut Antar Jemput Pelajar Lingkar Sinabung Resmi Jadi Tersangka
truck pengangkut pelajar sinabung yang alami kecelakaan.(karodaily/ist/int/medantoday.com).

KaroDaily,KABANJAHE-Pihak Kepolisian menetapkan sopir truk nahas yang mengangkut anak-anak pengungsi Gunung Sinabung sebagai tersangka dalam kecelakaan tunggal menyebabkan tewasnya seorang pelajar pada Senin 18 September 2017 kemarin.

Sebagaimana dilansir medanToday.com ,status tersebut ditetapkan oleh pihak Kepolisian setelah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan di Jalan Kutarayat-Kabanjahe, tepatnya di Desa Sigarang-Garang Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Satuan Lalulintas Polres Karo, AKP Robiatun Kaslan mengatakan, selain sudah melakukan olah tempat kejadian kecelakaan tunggal tersebut, pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi.

Hasil penyelidikan yang lakukan menunjukkan adanya unsur kelalaian dari sang sopir bernama Bram Jeremia Brahmana. Diduga, warga Jalan Sudirman, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo itu mengemudikan kenderaan dengan kecepatan tinggi hingga tak bisa mengendalikan truk yang dikendarainya.

“Menurut keterangan saksi, kelalaian si pengemudi dalam hal kecepatan mengemudikan mobil. Pengemudi mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, sehingga pada saat sesampainya dilokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, pengemudi mobil hilang kendali atas mobil yang dikemudikannya, sehingga mobil tersebut terguling,”kata AKP Robiatun, Selasa 19 September 2017.

Saat ini lanjut Robiatun, sang sopir sudah dijadikan tersangka. Namun, sopir tersebut belum diperiksa karena masih dalam perawatan akibat luka yang dialaminya.

“Sopir sebagai tersangka belum kita periksa karena kita masih fokus pada para korban. Untuk saat ini supir masih dalam perawatan,”pungkas AKP Robiatun.

Seperti diketahui, Truk dengan no plat B 9040 SOO yang kerap digunakan BPBD Kabupaten Karo untuk antar jemput anak sekolah korban erupsi Sinabung ini terguling di desa Sigarang-garang, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.Senin (18/09/2017). Pada peristiwa itu seorang anak tewas dan lainnya luka-luka dalam kecelakaan truk yang terguling.

Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat anak-anak pengungsi dari desa Kuta Rayat tersebut diangkut menuju sekolah mereka.

Saat melintas di Desa Sigarang-garang, truk yang mereka tumpangi berpapasan dengan kendaraan lain namun terguling hingga menyebabkan para penumpangnya terluka.

Daftar keseluruhan korban yang diperoleh dari RSU Kabanjahe

1.Boris Yarsim Sidebang (15) asal Desa Kuta Rakyat, meninggal dunia
2. Prayoga Agindo Sembiring (14) asal Desa Kuta Rayat, alami trauma tumpul
3. Yuda Sitepu (13) warga Kuta Rayat, menderita trauma capitis
4. Muhammad Dani (13) alami lecet – lecet
5. Muhammad Ador (11) asal Kuta Rayat, lecet ringan
6. Epidonta (14) asal Kuta Rayat, trauma capitis
7. Wahyu (14) asal Kuta Rayat, luka ringan dan dipulkangkan
8. Revan (14) asal Kuta Rayat, lecet -lecet
9. Viktor Sitepu (21), Kernek Mobil truk, warga Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, luka lecet ringan.
10.Junaidi Ginting (14) asal Kuta Rayat, trauma capitis
11. Haikel (14) asal Kuta Rayat, alami ruptur tangan kanan
12. Reval (14) asal Kuta Rayat, lecet ringan
13. Aidil Fadli (14) asal Desa Kuta Rayat, lecet ringan
14. Rio Ferdinan Tarigan (14) asal Kuta Rayat, lecet-lecet
15. Andika Sitepu (14) asal Kuta Rayat, luka lecet
16. Aldi Rahman Syahputra (14) asal Kuta Rayat, luka lecet
17. Irfanta Sitepu (14) asal Kuta Rayat, luka lecet.
18. Pinarti Ginting (14) asal Kuta Rayat, kesadaran menurun
19. Adri Sanjaya Ginting(14) asal Kuta Rayat, kesadaran menurun
20. Ebenezer Tarigan (14) asal Desa Kebayaken, luka lecet
21. Niko Stepanus (14) asal Kuta Rayat, luka lecet
22. Dandi Tambunan (12) asal Kuta Rayat, luka lecet dan pulang
23. Firman Jaya (14) asal Kuta Rayat, luka lecet
24. Gilvino Sitepu (14) asal Kuta Rayat, luka lecet
25. Farel Ginting (12) asal Kuta Rayat, luka lecet
26. Yudi Sitepu (10) asal Kuta Rayat, luka lecet
27. Nazril (6,5 tahun) asal Kuta Rayat, luka lecet
28. Aryo Tarigan (15) asal Kuta Rayat, luka lecet
29. Stepen Bangun (10) asal Kuta Rayat luka lecet dan trauma capitis
30. Pema Bregi (12) asal Kuta Rayat, luka lecet
31. Rasken Sembiring (15) asal Kuta Rayat, luka lecet
32. Mikael Sitepu (15) asal Kuta Rayat, luka lecet.
33. Depharel Ginting (12) Asal Kuta Rayat, luka lecet
34. Aji Yudiana Sitepu (16) asal Kuta Rayat, luka lecet
35. Rapip Husein Ginting (13) asal Desa Sigarang-garang, luka lecet
36. Rahmat Abdul (10) asal Kuta Rayat, luka lecet.

Sopir Sempat Dihakimi Massa

Kecelakaan truk pengangkut eks-pengungsi Sinabung yang menelan satu korban jiwa berbuntut panjang. Warga yang geram dengan ulah sopir truk menghakiminya hingga luka-luka.

Setelah itu, truk bak terbuka dengan no plat B 9040 SOO yang kerap digunakan BPBD Kabupaten Karo untuk antar jemput anak sekolah korban erupsi Sinabung dibakar dan disorong warga beramai-ramai ke jurang.
Seorang warga, sebagaimana dilansir medanToday.com, Pelin Depari mengatakan hingga saat ini truk belum bisa dikeluarkan dari jurang. Bahkan Kapolres Tanah Karo, Kapolsek, Danramil masih di lokasi.

“Hingga malam ini masih ramai di lokasi. Mereka bilang, bagaimana pun truk harus dikeluarkan. Ya, pakai gensetlah di sini untuk penerangan,” ujar Pelin dari sambungan telepon, Senin (18/09/2017) malam.

Ia mengisahkan, Awal mulanya menurut informasi, truk ini membawa anak sekolah menuju Berastagi, tiba-tiba ada mobil berpapas berlawanan arah di kawasan Sukanalu. Si sopir langsung buang ke kiri, tapi ada gundukan tanah, kemudian banting ke kanan. Karena mobil membawa beban berat, jadi oleng dan akhirnya terguling.

Truk ini membawa 36 orang anak sekolah, satu meninggal yang lainnya luka-luka.

“Mobilnya terbalik, sopirnya dipukuli, mobilnya disorong-sorong warga, jadinya masuk juranglah,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga yang di TKP kesal karena sopir membawa truk dengan kecepatan tinggi.

“Ya, warga di situ bilang, bawa mobil kau kencang-kencang. Padahal kalau di Kawar ini kan bawa mobil kan enggak bisa kencang-kencang, lari-lari 20 km/jam lah,” ujarnya lagi.

Karena mengalami luka, sang sopir bernama Bram dilarikan ke rumah sakit umum.Tambah Pelin, Bram merupakan personel TRC dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Karo.

“Kita pun enggak tahu warga dari mana. Tetapi dipukulinya bukan di TKP kata orang ini. Tapi pas di Puksesmas Desa Naman,” ujarnya.
Pelin menerangkan, bahwa anak sekolah yang diangkut oleh truk ini merupakan eks- pengungsi Sinabung.

“Mereka bukan pengungsi lagi. Tapi karena perekonomian mereka masih terpuruk, mereka minta bantuan armada angkutan. Mereka ini warga Kutarakyat yang bersekolah di SMP di Berastagi dan anak SD di Sumbul,” ujarnya.(karodaily/medanToday.com).

Tinggalkan Komentar

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Leave a Reply

>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d bloggers like this: