KARODAILY.com

Warga IMKA di Jalan Timor Medan Mohon Perlindungan Kapolrestabes dalam Menghadapi Oknum Penyerobot Rumah dan Tanah Mereka

    Kategori: Medan, Sumatera Utara
  • Sabtu, 7 Juli 2018 | 16:35
  • / 23 Syawal 1439
  • Dibaca : 286 kali
Warga IMKA di Jalan Timor Medan Mohon Perlindungan Kapolrestabes dalam Menghadapi Oknum Penyerobot Rumah dan Tanah Mereka
Isi tuntutan warga komplek IMKA jalan Timor Medan. (karodaily/doc).

KaroDaily,MEDAN-Kisruh kepemilikan gedung/rumah milik YMCA ( Young Man’s Christian Assosiations) atau IMKA ( Ikatan Masehi untuk Kepemudaan Am) di jalan Timor No. 32 Medan terus berlanjut. Yang teranyar, penghuni rumah yang telah menempati bangunan selama 60 tahun tersebut melaporkan perlakuan sarat manipulasi yang dilakukan segelintir oknum ke Mapolresta Medan.
Sebagaimana dilampirkan dalam dokumen yang sampai ke tangan redaksi, tindakan manipulatif yang diadukan adalah dalam bentuk pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oknum ED, Ir As, SD dan AJ atas korban Kie Sun Bie,warga jalan Mahoni No. 14 Medan.
Didalam surat pernyataannya tertanggal 1 Juni 2018, Kie menyebutkan sangat berkeberatan dengan pencantuman namanya dalam lembar surat silang sengekta atas tanah dan bangunan di jalan Timor No 32 Medan. Kie menyatakan tidak pernah ikut serta menandatangani surat yang pada dasarnya menguatkan langkah langkah manipulative yang dilakukan oleh oknum Ed dkk beserta AJ yang disebutkan berstatus  Lurah di Pemko Medan.
Selain itu, pada surat tertanggal 6 Juni 2018 ke Kapolresta Medan yang ditanda tangani oleh 10 orang penghuni bangunan IMKA ( Ikatan Masehi untuk Kepemudaan Am) di jalan Timor No. 32 Medan, masing – masing Bastian Lunerta Colia,SH, Raymond J.B Porie, Bontor M. Hutauruk, Frans Thomas Donovan Sihombing, Hengky Purba, Olivia Irene Y Porie, Dra. Letty Irwana Pakpahan, Daniel Nicholaz Wakkary, Yessika Hanna Wakkary dan Ny Letty Lin Br Hutabarat menyebutkan berbagai tindakan yang mengarah pada penguasaan sepihak atas tanah dan bangunan IMKA ( Ikatan Masehi untuk Kepemudaan Am) di jalan Timor No. 32 Medan dan oleh segelintir oknum.
Dimana sebagaimana surat disebutkan bahwa seiring berjalannya waktu, , sejak tahun 2015, mereka melihat adanya upaya sekelompok orang yang ingin mengiasai tanah tersebut lewat hadirnya surat silang sengketa Nomor : 593/II/SKTSS/G/2015 yang dikeluarkan oleh Lurah Gaharu Medan pada tanggal 30 Desember 2015.
Kemudian adanya manipulasi surat berdasarkan surat pernyataan SED yang menerangkan bahwa surat keterangan tanah IMKA yang telah diusahai sejak tahun 1974 telah hilang di sekitar jalan Sutomo Medan. Padahal objek tanah dan bangunan sendiri sudah ditempati warga IMKA sejak tahun 1958. Kemudian lahirnya fakta adanya saksi palsu dalam surat keterangan silang sengketa yang memunculkan nama Kie Sun Bie, padahal yang bersangkutan membantah telah ikut mendatangani surat tersebut.
Selain itu, warga IMKA juga menduga adanya rekayasa tanda tangan pada surat ahli waris dari Alm. Frieda Miniaria Br Purba Tambun Saribu dan surat kuasa ahli waris dari Alm. Frieda Miniaria Br Purba Tambun Saribu.
Lebih lanjut warga juga menilai adanya kejanggalan pada surat Lurah Gaharu tertanggal 30 November 2015 yang kemudian memunculkan terbitnya surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan Nomor : 1883/HGB/BPN.12/I/2017 tertanggal 10 Maret 2017. Apalagi setelah itu keluar surat sertifikat Hak Guna Bangunan ( HGB) No. 00219 tanpa adanya sertifikat hak milik yang dikeluarkan Badan Pertanahan Kota Medan.
Yang paling membuat warga tak habis fikir, sesudahnya berlangsung tindakan arogan oleh oknum Ir. As yang memagari tembok bangunan IMKA ( Ikatan Masehi untuk Kepemudaan Am) di jalan Timor No. 32 Medan dengan melibatkan Lurah Gaharu dan aparat kepolisian tanpa adanya penetapan pengadilan.
Atas tindakan itu, nyata nyata warga merasa terintimidasi, bahkan hampir hampir terjadi bentrok fisik. Untuk warga IMKA meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk member perlindungan hukum atas rasa aman warga IMKA, kemudian memohon bantuan guna penghentian tindakan intimidasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki landasan hukum dalam penguasaan tanah milik warga IMKA.
Selebihnya warga IMKA meminta agar para pihak yang telah melakukan tindakan pelanggaran pidana dapat diproses secara hukum, dengan terlebih dahulu menangkap pelaku yang telah dilaporkan oleh warga.
Sebagaimana diketahui, tanah dan bangunan IMKA ( Ikatan Masehi untuk Kepemudaan Am) di jalan Timor No. 32 Medan pada mulanya adalah milik S.N.O ( Stichingvoor Nederlandche, OnderWijs in Indonesia) yang lantas menyerahkan penguasannya kepada IMKA yang ditandai dengan surat keputusan No : KEP-0669/10/1968 tanggal 16 Oktober 1968.
Kepemilikan tanah dan bangunan IMKA juga dibuktikan dengan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) Nomor : 12.75.080.008.006-0032.0. IMKA sendiri merupakan Yayasan berdasarkan Keputusan SK Menkumham Nomor AHU-05231.50.10.2014. (karodaily/nng).

Tinggalkan Komentar

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Leave a Reply

>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d bloggers like this: